Tauge
(Kecambah Kacang Hijau)
Tauge atau Toge,
merupakan salah satu sayuran yang biasa digunakan oleh orang-orang asia. Tauge
bisanya sering dijumpai dalam beberapa macam hidangan khas china, namun tauge
juga digemari oleh orang-orang Indonesia. Biasanya, tauge dimasak secara
ditumis namun ada juga beberapa orang yang suka dengan olahan tauge yang
direbus.
Mengenal lebih jauh seputar tauge, toge (tauge)
adalah sayuran yang merupakan tumbuhan muda yang baru saja berkecambah dan dilindungi
dari cahaya. Kata tauge sendiri adalah serapan dari dialek Hokkian, istilah
Mandarin-nya adalah douya yang secara harfiah berarti kecambah kacang-kacangan,
umumnya berasal dari kacang hijau dan sering disajikan dalam menu makanan dari
Asia Timur.
Tauge segar sangat
kaya akan vitamin E, dan merupakan menu yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.
Dengan mengonsumsi tauge, tubuh akan terobati dan tercegah dari kekurangan
vitamin E, dan juga jika diteliti lebih lanjut kecambah/toge/tauge kacang hijau
juga merupakan sayuran bergizi stabil. Menurut hasil analisa,
kecambah/toge/tauge mengandung protein, lemak, karbohidrat, berbagai macam
vitamin, serat, karotena, asam nitrat, fosfor, zat besi dan mineral.
Melacak sejarah
taoge, kita harus melihat 5.000 tahun ke belakang. Menurut publikasi
International Sprout Grower Association (perkumpulan petani taoge sedunia),
pada masa itu taoge sudah diresepkan para tabib China, baik sebagai makanan
kesehatan maupun obat.
Pelaut ulung
James Cook, dalam penjelajahannya dari Eropa hingga Selandia Baru selama tiga
tahun, membawa bekal pangan antiskorbut, agar para awaknya tidak terkena radang
gusi dan penyakit infeksi. Selain jeruk lemon, yang kala itu dipercaya sebagai
sumber vitamin C andalan, Cook membawa biji-bijian dan kacang-kacangan.
Setelah
dikecambahkan, taoge itulah satu-satunya sayuran segar yang mereka santap
selama berlayar. Jadi sukses Cook memerangi radang gusi yang saat itu lazim
dialami pelaut, bukan semata jasa jeruk, karena dalam taoge justru tersimpan
lebih banyak vitamin C. Berikut beberapa macam manfaat toge:
1. Kecantikan Kulit
Bagi Anda para
wanita yang ingin tampil cantik secara alami, tauge ialah salah satu bahan yang
harus digunakan. Karena kecambah ini dapat digunakan untuk beberapa hal,
seperti menghilangkan jerawat dan bekasnya, menghaluskan kulit wajah dan tangan
serta meremajakan kulit, menghilangkan noda-noda hitam pada wajah dengan adanya
pergantian sel-sel baru pada kulit wajah, juga dapat menyuburkan rambut serta
menjaga kesehatan rambut, dan melangsingkan tubuh. Tauge merupakan salah
satu sayuran yang mengandung anti-oksidan yang kuat. Baiknya, tauge dikonsumsi
mentah, namun kamu juga bisa menyiramnya dengan air panas kalau tidak suka
mentah.
2. Mencegah Kanker
Proses mеnjаdі
tоgе tеlаh menguraikan 90% rаntаі оlіѕаkаrіdа menjadi karbohidrat ѕеdеrhаnа,
ѕеhіnggа ѕеnуаwа tеrѕеbut mudah sekali dіѕеrар tubuh, tаnра menghasilkan gаѕ. Karena banyak mengandung serat dan air, taoge membantu pengeluaran
kotoran dalam usus besar sehingga tidak memberi kesempatan karsinogen (zat-zat
penyebab kanker) menempati di dinding usus yang menyebabkan kanker usus besar.
Penelitian di AS menunjukkan, pria yang banyak makan bahan makanan yang
mengandung coumestrol yang terdapat pada taoge, jarang terkena kanker prostat.
3. Manfaat tauge untuk mеmbаngkіtkаn
sіѕtеm kеkеbаlаn tubuh.
Sароnіn
Tauge juga bisa mеmbаngkіtkаn ѕіѕtеm kekebalan tubuh, yaitu dengan саrа
mеnіngkаtkаn аktіvіtаѕ ѕеl реmbuluh аlаmі (natural killer сеll), khuѕuѕnуа ѕеl
T-limfosit dаn interferon. Sеlаіn ѕаrаt DNA, tоgе kaya akan zаt antioksidan
уаng membentengi tubuh dаrі rаdіkаl bеbаѕ perusak sel DNA. Selain itu, vitamin C
yang juga dikandung di dalamnya juga memiliki fungsi hampir serupa, yakni untuk
menjaga daya tahan tubuh kita agar tetap fit dalam menjalani aktivitas sehari –
hari dan mempercepat proses regenerasi atau penyembuhan pada sel.
4. Untuk menguatkan tulang dan pertumbuhan
otot.
Kandungan
coumestrol yang merupakan estrogen alami berfungsi sama dengan esterogen
sintetis tapi lebih baik karena tidak memiliki efek samping. Estrogen dalam
taoge dapat meningkatkan kepadatan tulang, susunan tulang, dan mencegah
pengeroposan tulang (osteoporosis). Kandungan protein yang sangat tinggi
dalam toge sangat penting untuk peningkatan massa otot dan membantu selama proses
pembentukan otot dalam tubuh.
Selain memiliki
cita rasa yang unik dan berbagai macam manfaat yang baik, toge sangat mudah
untuk dibudidayakan sehingga biasanya budidaya toge ini biasa dilakukan bagi
orang-orang yang memang berkecimpung didunia ekonomi perdagangan, namun juga
biasanya dilakukan oleh orang-orang yang penasaran atau tertarik akan budi daya
toge itu sendiri. Berikut proses atau cara menanam atau membudidayakan toge:
1. Media Penanaman Toge
Jika ingin
mempelajari mengenai budidaya Toge, yang perlu diketahui pertama kali ialah
media yang akan digunakan. Umumnya, orang mengalami kesulitan disaat memilih
media penanaman dan juga teknik budidaya dari tanaman Toge ini. Alasannya ialah
karena tanaman Toge bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan baik itu panas
maupun dingin. Tapi untuk memaksimalkan pertumbuhan, media penanaman bisa
dilakukan dirumah kaca atau bisa juga dengan media botol dengan menggunakan
kapas atau baki.
2. Bahan dan Alat dalam Budidaya Toge
Biasanya media
penanaman yang mudah digunakan ialah dengan menggunakan baki karena berkenaan
juga dengan aspek fleksibilitas. Selain itu juga karena cara tanam media diluar
ruangan bisa mengakibatkan tingkat kegagalan tinggi terutama pada faktor cuaca.
Yang pertama disiapkan untuk budidaya Toge indoor ialah 1 baki yang berukuran
sedang atau bisa juga disesuaikan dengan keperluan penanaman toge. Kemudian
beberapa kapas yang digunakan sebagai alas dari baki sebagai tempat
berkembangnya kecambah. Dan jangan lupa untuk menyiapkan kacang hijau serta air
yang secukupnya.
3. Pemilihan Bibit Toge
Hal terpenting
dalam budidaya tanaman ialah bibit yang berkualitas. Untuk ciri dari bibit Toge
berkualitas ialah mengenai warna dari bibit itu sendiri. Pastikan memilih bibit
yang berwarna mengkilat atau bisa juga keruh karena keduanya mempunyai kualitas
yang sama baiknya. Namun pastikan juga warna hijau pada bibit merata dan tanpa
ada yang berwarna kecoklatan maupun yang telah busuk.
4. Proses Kultivasi Toge
Langkah
selanjutnya ialah proses kultivasi. Sebelum melakukan proses ini, terlebih
dahulu bibit Toge dilakukan pencucian dan merendam bibit selama 24 jam. ganti
air yang telah berbusa dengan yang baru saat proses perendaman dilakukan. Lalu
anda siapkan baki dengan menempatkan kapas secara menyeluruh dibagian baki itu
kemudian siram dengan air supaya kapas menjadi basah. Masukkan bibit dengan
jarak yang jarang agar proses pertumbuhan menjadi lebih maksimal. Setelah itu,
tempatkan baki dibawah sinar matahari dengan memastikan kapas selalu basah
selama proses kultivasi dan juga pemeliharaan.
5. Panen Kecambah Toge
Hal yang perlu
diperhatikan dalam proses kultivasi tanaman Toge ialah proses panen dimana
Waktu yang diperlukan untuk memanen kecambah toge biasanya 3 hari atau
tergantung pada kualitas kultivasi dan juga bagaimana pemeliharaan Toge itu
sendiri. Umumnya orang mengkonsumsi Lsendiri hasil panen Toge atau dapat juga
dijual kepasar.
Berdasarkan
hasil diskusi kelompok, maka kelompok memutuskan untuk menanam tauge karena
proses penanamannya yang mudah dan tauge juga memiliki banyak manfaat. Bahan-bahan
yang dibutuhkan dalam menanam tauge adalah kapas, biji kacang hijau, air, dan
papan kayu yang digunakan sebagai wadah. Berikut adalah proses dalam penanam
tauge yaitu,
1.
Mencuci kacang hijau sampai
bersih, karena apabila tidak bersih tauge yang dihasilkan agar kecoklatan.
2.
Merendam kacang hijau semalam.
3.
Letakkan kapas diwadah (papan
kayu) , basahkan dengan air jangan
sampai menggenang.
4.
Letakkan beberapa biji kacang
hijau diatasnya, jarak antara biji kacang hijau jangan terlalu dekat.
5.
Letakkan wadah biji kacang
hijau ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, sebisa mungkin
ditaruh ditempat yang minim cahaya atau gelap.
6.
Siram sebanyak 3 sampai 5 kali
sehari
Berikut
adalah hasil panen dari penanaman biji kacang hijau.
Source:




















